Sunday, August 14, 2016

Pantai Modangan, Julukan Hawai Malang

Pantai Modangan
Pantai Modangan
Pantai modangan merupakan sebuah pantai yang masih alami tak banyak orang yang menyebutnya. Pantai modangan ini sering dijuluki dengan hawainya malang. Pantai yang masih alami dengan gulungan ombak yang cukup besar ini memberikan pesonanya tersendiri untuk di nikmati. Hanya deburan ombak dan suara angin yang mewarnai suasana alam di pantai modangan ini, tak lupa beberapa penduduk lokal yang sedang memancing di pantai memberikan kesan tersendiri. Kondisi alam di pantai masih terjaga dengan baik tak banyak jaman manusia yang menjelajahi tempat ini, hanya penduduk lokal dan beberapa penikmat alam saja. 

Perjalanan menuju ke pantai modangan ini tak semudah yang di bayangkan, pantai yang masih alami ini tak banyak yang mengetahui dan juga tak ada penunjuk arah untuk menuju ke pantai modangan ini. Pantai Modangan ini terletak di pesisir selatan Pulau Jawa secara administratif masuk daerah Dusun Kalitekuk, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, yang merupakan pantai paling ujung selatan barat Kabupaten Malang, Jawa Timur, Pantai ini terletak sekitar 65 km sebelah barat daya Kota Malang. Di pantai inilah tempat bermuaranya sungai yang menjadi batas alam yang memisahkan antara Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang. Perbatasan itu ditandai dengan sebuah tugu kecil yang terletak di tepi sebuah sungai yang juga bernama Sungai Modangan. Pantai Modangan memang berhimpitan langsung dengan Pantai Jolosutro di Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar. 

Pantai Modangan
Foto Bersama di Pantai Modangan
Cerita singkat dari perjalananku bersama kawan kawan menuju ke pantai modangan ini. Di awali dari perencanaan yang bisa di bilang dadakan tapi sebenarnya sudah niat untuk trip ke pantai, tapi sebelumnya masih bingung menuju ke pantai mana yang akan di explore. Tertuju pada sebuah nama, Pantai Modangan nama yang asing di telinga kita. Pantai yang masih jarang di jamah orang ini membuat namanya tak sepopuler pantai pantai di malang seperti pantai balekambangpantai goa cina dan masih banyak lainnya. Niat sudah matang tinggal berangkat, niat kami untuk menikmati keindahan pantai modangan ini rencananya akan di explore dua hari satu malam. Aku, Isya, Titin dan Sisco ini merupakan personil personil yang akan berangkat mengexplore pantai modangan. Sebelum berangkat kamipun menyiapkan perlengkan yang di butuhkan untuk berangkat ke pantai modangan ini dari perlengkapan camp hingga logistik yang di butuhkan. 

Tiba saatnya untuk mengexplore pantai modangan, berangkat dari kota malang sesuai dengan rencana. Berangkat dengan bermodalkan informasi dari internet dan beberapa pengalaman kamipun berangkat menuju ke pantai modangan. Sebelum berangkat kami kumpul terlebih dahulu di kosnya isya, ya untuk mempermudah kordinasi. Tapi ya seperti biasa kumpul tak tepat waktu ntah itu ada saja alasan yang membuat tak tepat waktu. Ya meskipun tak tepat waktu yang penting tatap berangkat. Berdoa, mengawali perjalanan menuju ke pantai modangan ini. Siaapppp waktunya berangkat, semua apa  yang di butuhkan sudah siap langsung saja tancap gas menuju ke arah donomulyo. Di perjalanan yang cukup jauh ini memakan waktu sekitar dua jam untuk menuju ke desa donomulyo. Hanya perbincangan yang mengisi kegiatan selama perjalanan ini tak ada. Cerita kesana kemari untuk membuat perjalanan ini tak terasa membosankan. Perjalanan sudah berjalan cukup jauh kami memutuskan untuk mengisi bensin terlebih dahulu, karena bensin kami tak terisi full saat berangkat. Tak berfikir lama kamipun berhenti di pom bensin terdekat sembari mengisi bensin kami juga beristirahat sejenak. Setelah cukup kamipun melanjutkan perjalanan menuju ke desa donomulyo. 

Pantai Modangan
Foto di depan tenda
Tiba di desa donomulyo permasalahan muncul, tak ada petunjuk arah menuju kepantai modangan. Solusi cepat yaitu bertanya pada orang sekitar salah satu cara untuk menuju ke pantai modangan biar tak kesasar. Menurut informasi yang kami peroleh dari warga sekitar, perjalanan kami sudah benar tinggal melanjutkan perjalanan hingga sampai di pertigaan yang ada patung orang membawa bambu runcing. Lalu setelah menemui tugu tersebut langsung mengambil arah kiri. Ternyata permasalahan kami belum berakhir karena kami bertemu dengan banyak percabangan jalan sehingga membuat kami kebingungan untuk memilih jalur mana yang akan kita lewati. Hingga kami memilih cara yang sama seperti awal awal, bertanya ke orang sekitar. Beberapa kali kita bertanya kepada warga sekitar begitu banyaknya percabangan. Tak terasa perjalanan yang begitu melelahkan ini sudah memasuki waktu sholat dhuhur sehingga kita memutuskan untuk mencari masjid terlebih dahulu. Tak lama berada di masjid kamipun melanjutkan perjalanan. 

Perjalanan yang dilalui melewati jalanan beraspal ini memberikan kenyamanan dalam perjalanan. Setelah sempat beristirahat kami melanjutkan perjalanan menuju ke pantai modangan. Tak lama menyusuri jalanan beraspal kami tertuju kepada sebuah papan bertulisakan pantai modangan serta petunjuka arah yang mengatakan tinggal 3 km lagi. Kamipun semakin semangat karena perjalanan sudah semakin dekat. Namun perjalanan kita terhenti sejenak, tepat di depan mata memandang jalanan berubah menjadi jalanan tanah berbatu yang semulanya beraspal. Semangat yang semulanya berkobar berubah menjadi semakin menciut karena melihat medan yang lumayan berat. Namun itu tak mengurungkan niat kami untuk ke pantai modangan, meskipun medan yang berat langsung saja tancap gas. Perjalanan kami mulai melambat karena medan yang berbatu membuat kecepatan tak bisa secepat di aspal. Tak lama menyusuri jalan berbatu kami menemukan sebuah gubuk di perkebunan warga sekitar. Tanpa berfikir lama kamipun mampir sejenak untuk istirahat dan makan siang sambil menikmati keindahan alam. Dari kejauhan sudah terlihat warna kebiruan, yang merupakan lautan lepas.

Pantai Modangan
Canda tawa di pantai modangan
Dua puluh menit sudah perjalanan menyusuri medan berbatu, akhirnya terdengar suara gemuruh ombak yang menyapu hamparan pasir. Perjalanan kami akhirnya tinggal sedikit lagi, tak jauh di depan suara semakin terdengar jelas, perjalanan kami terhenti ketika sebuah pantai yang masih alami ini menyambut kedatangan kami. Kondisi yang masih alami tak ada keramaian hanya segelintir orang yang sedang memancing, masyarakat sekitar yang sedang mencari keberuntungan dipantai modangan. Suasana pantai yang masih alami ini memutuskan kami untuk menikmati keindahan alam pantai mondangan. Ditemani angin semilir dan suara sapuan ombak kami menikmati suasana tenang canda tawa dan sedikit camilan menemani kebersamaan kami. Cerita kesana kemari kembali mempererat kebersamaan kami. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, matahari mulai terbenam kini waktunya kami membangun tenda sebelum hari semakin gelap. Haripun semakin gelap waktu menikmati keindahan alam sudah mulai untuk di tutup, Kini hanya tinggal suara alam dan canda tawa saja yang menemani malam itu. Hari semakin malam dan suara perut sudah mulai bermunculan dan pada akhirnya kita memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu. Sembari makan malam perbincangan kamipun berlanjut hingga waktu tidurpun menjemput.

Malampun berganti pagi, kini waktunya untuk kembali mengexplore keindahan dari pantai modangan. Tapi sebelum melanjutkan sejenak mempersiapkan untuk sarapan pagi, mie siap menjadi menu makan pagi kami kali ini. Setelah selesai makan pagi kini waktunya untuk bermain bersama pantai modangan. Pantai yang masih alami ini masih sepi hanya kami berempat dan beberapa penduduk lokal saja yang berada di pantai ini. Sapuan ombak yang cukup besar membuat kami menahan diri untuk tidak mandi di pantai modangan ini, hanya cukup berfoto foto dan sesekali bermain air. Keseruan canda tawa mewarnai cerita kami di pagi itu sambil sesekali kami mengabadikan momen momen untuk kenang kenangan dari pantai modangan ini. Di pantai modangan ini banyak cerita terbentuk dari cerita yang seru hingga cerita yang kurang menarik ada di sini. Momen momen indah dan cerita yang indah yang mungkin tak bisa di ulang kembali di tempat lain memberikan kita pengalaman dan cerita kenangan yang cukup untuk dinikmati bersama. Cinta, mungkin kata ini tak bisa di singkirkan begitu saja dari cerita kami di sini, cinta juga mewarnai cerita kebersamaan kami di pantai modangan ini. 

Pantai Modangan
Hanya meninggalkan jejak, semoga langkah kami tetap terjaga sampai ke tujuan
Tips bagi kalian yang akan ke pantai modangan 
  1. Sebelum berangkat cari informasi sebanyak mungkin tentang pantai modangan ini.
  2. Usahakan kesehatan diri dalam kondisi prima, karena perjalanan cukup melelahkan.
  3. Pastikan kondisi kendaraan anda dalam kondisi baik karena jalan masih makadam.
  4. Jika musim hujan tak di sarankan untuk ke pantai modangan ini, karena kondisi jalanan akan susah di lewati.
  5. Jangan tinggalkan apapun selain jejak, jangan ambil apapun kecuali foto, ini untuk menjaga kealamian pantai modangan ini.
Terima kasih sudah membaca Pantai Modangan, Julukan Hawai Malang semoga bermanfaat. Ketika alam dan pertualangan memanggil, Kejarlah dengan caramu. Waktu kita sangat sempit, tetapi belum terlambat untuk melakukan sesuatu sekarang. mulailah dengan hal yang kecil, hal kecil bila dilakukan terus menerusesok hari nanti maka akan menjadi sesuatu yang besar. 

source : http://www.esokharinanti.com/2015/09/pantai-modangan-julukan-hawai-malang.html

Pantai Modangan



Pantai Modangan adalah sebuah pantai di pesisir selatan Pulau Jawa secara administratif masuk daerah Dusun KalitekukDesa SumberotoKecamatan Donomulyo, yang merupakan pantai paling ujung selatan barat Kabupaten MalangJawa Timur[1], Pantai ini terletak sekitar 65 km sebelah barat daya Kota Malang. Di pantai inilah tempat bermuaranya sungai yang menjadi batas alam yang memisahkan antara Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang. Perbatasan itu ditandai dengan sebuah tugu kecil yang terletak di tepi sebuah sungai yang juga bernama Sungai Modangan. Pantai Modangan memang berhimpitan langsung dengan Pantai Jolosutro di Kecamatan WatesKabupaten Blitar. Pengunjung harus menempuh jalan yang sangat berliku jika ingin ke Pantai Modangan.
Untuk menuju ke pantai ini cenderung lebih mudah jika dituju dari arah Donomulyo, Kabupaten Malang. Dari Kota Malang pengunjung bisa mengambil arah ke Kepanjen. Dari Kepanjen terus ke arah Bendungan Sengguruh, lalu melewati pertigaan Pagak kemudian mengambil arah menuju Kecamatan Donomulyo. Dari pertigaan setelah pasar Donomulyo langsung mengambil arah kanan atau menuju arah Wates (Blitar). Jalannya sudah beraspal mulus sepanjang sekitar 1 km. Sekitar 2 km sebelum masuk Desa Sumberoto aspalnya mulai berlubang-lubang. Tidak jauh dari gerbang masuk Desa Sumberoto ada sebuah pertigaan Pasar Ngelih, lalu berbelok ke arah kiri dan mengikuti jalan desa yang awalnya masih beraspal rusak. Dan setelah menemukan perempatan Jalur Lingkar Selatan itu kita bisa mengambil jalan lurus (jalannya penuh tanjakan) atau kanan.
Di sini kita akan mulai terdengar suara gemuruh ombak sebagai pertanda pantai sudah dekat. Dari perempatan itu kita mengkijuti JLS sekitar 1 km dengan medan turunan dan tidak jauh kemudian akan kita jumpai pos jaga kehutanan (Pos Miri). Sebelum jembatan Miri ada jalan menurun ke kiri, itu adalah jalan untuk menuju Pantai Modangan. Jarak dari jembatan ke pantai masih sekitar 800 m lagi. Jalan turunan cukup curam dan nantinya kita akan berada di bawah jembatan Miri. Setelah jalanan yang menurun terdapat persimpangan, keduanya sama-sama mengarah ke Pantai Modangan. Jika lurus maka kita akan melalui jalan berbatu dan tanjakan yang sangat berat namun itu jalur yang terdekat. Pengunjung harus menembus bukithutan jati, serta ada sungai kecil yang dinamakan Sungai Modangan. Sungai itu masih penuh dengan batu-batu besar serta batu sebesar bola sepak namun bergerigi tajam. Namun pengunjung bisa juga menghindari sungai itu dengan sedikit memutar memilih jalur ke arah kiri. Namun sama saja, jalan terjal bebatuan tetap akan ditemui. Jika mengambil jalan sebelah kiri lebih lebar dan berupa makadam. Jalan ini hanya mudah dilewati motor jenis trail. Kedua jalan tersebut akan bertemu di titik pertigaan muara sungai di Pantai Modangan.
Jika kita sampai di pantai yang mempunyai keunikan tersendiri, ini akan membuat rasa lelah dari perjalanan kita musnah. Ombak di pantai Modangan cukup besar, pasir putih yang masih bebas dari sampah, serta batuan-batuan hitam adalah beberapa hal yang bisa kita temukan di lokasi ini. Yang juga cukup unik, berbeda dari kebanyakan pantai lainnya yang umumnya memiliki struktur batuan berupa batuan kapur, batu-batuan yang ada di lokasi ini adalah jenis batuan andesit berlapis yang terbentuk dari lelehan lahar dari gunung berapi yang telah membeku.
Eksotika Pantai Modangan tidak diragukan lagi. Pasir pantainya yang putih, serta panorama alami di sekitarnya, menjadi daya tarik utama Pantai Modangan. Di sebelah kiri pantai merupakan area pasir putih yang lembut dan bersih. Sedangkan di sebelah kanan pantai terdapat bebatuan atau kumpulan batu yang hitam dan indah dan terdapat sebuah muara yang airnya jernih. Pantai ini memiliki karakteristik ombak yang indah. Deburan ombak yang menghantam tebing-tebing karang semakin menambah keindahan pantai ini. Sampai sekarang, Pantai Modangan tidak terlalu banyak dikunjungi wisatawan karena akses menuju ke pantai ini masih banyak yang rusak, sehingga menyulitkan bagi pengunjung yang akan menuju ke pantai ini.
Nama Modangan berasal dari pemberian pasukan Pangeran Diponegoro yang pernah tinggal di sana. Setelah berakhirnya Perang Diponegoro banyak pasukannya yang menyembunyikan diri di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa. Pantai Modangan menjadi pilihan berlindung karena lokasinya memang cukup terisolasi. Ketika itu, sekitar tahun 1850-an, ratusan orang yang bersembunyi melakukan makan bersama di hutan yang berada di bibir pantai. Berawal dari makan-makan bersama itulah, akhirnya mereka menamakan pantai tersebut dengan “modangan” berasal dari kata madang. Ini adalah bahasa Jawa lama yang berarti makan bersama-sama.

source : https://id.wikipedia.org/wiki/Pantai_Modangan